|
Catatan Kriminalitas orang asing
di Jepang
Kenapa orang Jepang cendung panaroid terhadap orang asing
?
Dibandingkan dengan negara maju lainnya, Jepang reltif tertutup
bagi imigran. Kehadiran para imigran di negara tersebut sering
sering menimbulkan kekhawatiran bagi sebagian orang. Kalau kita
menengok pada sejarah kebelakang, mungkin akan semakin jelas karena
negara ini pernah menutup diri dari dunia luar selama beberapa
abad sebagai tindakan untuk mencegah pengaruh asing. Sampai sekarangpun
sepertinya sikap sebagai masyarakat yang xenophobic yaitu takut
pada orang asing masih tetap tidak bisa disembunyikan.
Berikut ini saya mencoba untuk menuliskannya karena sepertinya
berkaitan secara langsung dalam kehidupan saya sebagai orang asing
di Jepang. Disadari ataupun tidak sepertinya dalam beberapa hal,
diskriminasi perlakuan sebagian orang Jepang terhadap orang asing
terlebih lagi terhadap orang Asia sangatlah terasa. Sedikit lucu
tentu saja karena orang Jepangpun sebetulnya juga termasuk orang
asia. Dalam kehidupan standard seperti di sekolah, tempat kerja
ataupun pertemuan di tempat publik mungkin diskriminasi ini tidak
begitu terasa, namun masalah biasanya akan muncul kalau sudah
bersentuhan langsung dengan kehidupan sosial masyarakat mereka
seperti sewa rumah misalanya.
Pertama tulisan ini saya awali dengan data perkiraan orang asing
yang ada di Jepang. Wisatawan pemegang visa kunjungan wisata kurang
dari tiga bulan tidak termasuk di dalamnya.
| 1980 |
1990 |
2000 |
2003 |
| 782.910 |
1,075,317 |
1,686,444 |
3.546.000 |
Data lebih lengkap untuk tahun 2003
| Asal Negara |
Residents |
Wisata |
Total |
| Japan |
127,435,000 |
|
127,435,000 |
| Korea |
613,000 |
1,468,000 |
2,081,000 |
| China |
462,000 |
577,000 |
1,039,000 |
| USA |
48,000 |
704,000 |
752,000 |
| Philippines |
185,000 |
141,000 |
326,000 |
| Brazil |
274,000 |
12,000 |
286,000 |
| UK |
18,000 |
201,000 |
219,000 |
| Thailand |
34,000 |
97,000 |
132,000 |
| Russia |
7,000 |
52,000 |
59,000 |
| Asia |
1,422,000 |
3,887,000 |
5,309,000 |
| North America |
63,000 |
854,000 |
917,000 |
| Europe (except Russia) |
50,000 |
624,000 |
674,000 |
| South America |
344,000 |
25,000 |
369,000 |
| Oceania |
16,000 |
210,000 |
226,000 |
| Africa |
10,000 |
18,000 |
28,000 |
Untuk orang Indonesia yang menetap di Jepang, menurut catatan
dari konsulat Jepang Jakarta adalah sekitar 23.890 orang per Desember
2004 ( Orang Jepang di Indonesia tercatat 11.090 orang per Oktober
2006 ).
Salah satu alasan lainya yang paling relevan dengan situasi sekarang
ini adalah angka kriminalitas khususnya yang dilakukan oleh orang
asing yang dianggap cukup menghawatirkan dan cendrung meningkat
seiring dangan bertambahnya imigran yang menetap di negara tersebut.
Walaupun secara keseluruhan pelaku kriminal kebanyakan dilakukan
oleh Jepang sendiri jauh lebih banyak dibandingkan dengan pelaku
orang asing, namun kalau kita melihat dari prosentase perbandingan
per jumlah penduduk sepertinya pelaku kriminal oleh orang asing
tergolong cukup tinggi.
Jenis kriminalitas
Umumnya pelanggaran yang dilakukan oleh orang asing di Jepang
bisa dibagi menjadi dua kelompok kasus yaitu
- Criminal yaitu kelompok kriminal dengan kekerasan yang meliputi
pencurian, perampokan, penculikan, pemerkosaan dan pembunuhan
dan lain lain.
- Offences, yaitu kelompok kriminal tanpa kekerasan yang meliputi,
narkotika, prostitusi, penjualan senjata, pelanggaran ekonomi
termasuk juga kelompok pelanggaran visa dan ijin tinggal.
Perbandingan menurut negara
Menurut data dari Kepolisian Jepang, Japan's National Police
Agency (NPA) ada sekitar 40,615 kasus kriminal di Jepang yang
dilakukan oleh orang asing untuk tahun 2003 yang berarti ada kenikan
sekitar 16.9 % kalu dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Selama
sepuluh tahun terakhir peningkatan angka kejahatan yang dilakukan
oleh orang asing meingkat hampir 45%. Angka ini sepertinya berbanding
lurus sering dengan terus meningkatnya jumlah imigran yang menetap
di negara ini.
Untuk tahun 2003, tercatat ada sekitar 20.007 orang asing ditangkap
engan perincian 11,282 karena kasus kriminal dengan kekerasan
dan 9,211 orang untuk kasus visa dan ijin tinggal.
Kasus kekerasan
| Asia |
83,3% |
| South America |
10,9% |
| North America |
1,3% |
| USA |
0,8% |
| Europe |
1,5% |
| Russia |
1,2% |
| Africa |
1,3% |
| Oceania |
0,5% |
Kasus pelanggaran visa dan ijin tinggal
| Asia |
74,5% |
| South America |
17,7% |
| North America |
2,2% |
| USA |
1,4% |
| Europe |
2% |
| Russia |
1,8 % |
| Africa |
0,9% |
| Oceania |
0,8% |
Asia yang dimaksud dalam tabel ini umumnya sebagian
besar berasal dari negara RRC, Korea Selatan, Philipina, Indonesia,
Thailand dan India. Sedangkan Amerika selatan umumnya didominasi
oleh orang Brazil dan Peru.
Untuk kasus kriminal yang dilakukan oleh orang
Indonesia, umumnya sebagian besar adalah masalah visa dan ijin
tinggal seperti kerja illegal. Kasus pencurian dan Chikan yaitu
meraba tubuh orang lain (wainta) dalam kereta selama lima tahun,
hanya pernah saya temukan satu kasus.
KESIMPULAN
Dari data di atas sepertinya bisa dibuat seuatu kesimpulan kecil
bahwa faktor keamanan mungkin merupakan salah satu sebab yang
membuat sebagian orang Jepang menjadi sangat alergi dengan orang
asing. Dari berbagai kasus kriminal yang dilakukan oleh orang
asing di Jepang, satu hal yang cukup memberatkan adalah karena
pelakunya adalah kebanyakan dari ras Asia. Hal itu mau tidak mau
akan membuat situasi sebagian orang Asia lainya menjadi semakin
sulit dan untuk memperbaiki image yang terlanjur kurang baik tentu
saja bukan jalan yang mudah.
Itulah sedikit cerita tentang kehidupan beragama masyarakat Jepang..
Semoga bermanfaat
Sumber tabel di atas sepenuhnya saya buat berdasarkan sumber
di sini : http://www.jref.com/society/foreign_crime_in_japan.shtml
Untuk data yang lebih lengkap dan valid silakan di cek di site
Refferensi di bagian bawah.
Ditulis oleh : nyoman ardika
Osaka, 01 Agustus 2009
Edit terakhir tanggal :
Tulisan sementara dan masih akan di edit
kemudian hari
Refferance:
http://www.stat.go.jp/data/nenkan/pdf/y0213014.pdf
http://www.npa.go.jp/kokusai2/15b/siryo.pdf
Data jumlah orang asing di Jepang menurut data Japan National
Tourist Orgainzation (JNTO) Tahun 2004
http://www.jnto.go.jp/eng/ttp/sta/PDF/E2004.pdf |